Jumaat, 3 Februari 2017

JOGJA





JOGJA

Jogja menyambutku dengan air penawar langit 
udara beransur malam dan lampu akal berdiri  
di sepanjang laluan

aku melangkah dengan kaki bas tanpa menghiraukan\
‘ring of fire’  dan pintu-pintu bunker kemas berkunci  
perjalanan ini tidak akan aku mencarimu, Merapi

dan engkau Roro Jonggrang puteri jelita Prambanan 
betapa digilai Bondowoso dengan mas seribu candi  
dan jin-jin bertempiaran lari oleh kebijakan akalmu 
menipu ayam jantan, juga tidak kuhiraukan

perjalanan ini mencari cinta Sailendra 
bertahun memahat kisah suci pada ribuan batu,   
stupa dan patung Buddha 
membentuk bukit kitab umat memahami ajaran  
datang membersih jiwa daripada daki duniawi

Borobudur, walau kita berlainan agama 
tuntutan ketakwaan umat adalah sama  
kuambil cinta pemahat batumu itu 
buat melentur cinta dan akar peribadiku.

NASSURY IBRAHIM
                   

Tiada ulasan:

Catat Komen